Jumat, 19 Februari 2016

RENUNGAN HATI

Renungan hati ...

Bagi yg sedang dirundung kesedihan apapun itu sebabnya...
Maka ingatlah jika itu semua adalah ujian dari Allah.
Jangan pernah merasa sendiri. Setiap orang yang beriman pasti punya bagian ujiannya masing2...

Yang penting adalah kita tetap dalam keadaan sadar bahwa ujian yang datang kepada kita adalah sudah seizinNya.
Jadi mengembalikan ujian itu kepadaNya adalah langkah yang harus kita ambil, dan bukan pilihan yang harus dipikir-pikir lagi oleh logika kita. Berbicaralah kepada hati kita... Dan kita akan menemukan jawban semua masalah kita ada dalam genggamanNya.

Tetap jaga ernergi positif yang masih tersisa didalam diri kita sebagai kekuatan yang bisa menghubungan ruh kita denganNya.

Jangan biarkan kesedihan terus berlarut hingga syetan mudah masuk kedalam diri kita.

Bagi orang yang mengaku cinta kepadaNya maka hanya ada dua ungkapan perasaan yang ada dalam dirinya yakni bersyukur atau bersabar.

Sesungguhnya dunia ini hanya bagai panggung sandiwara, tidak ada masalah yang tidak berakhir demikian juga tidak ada kebahagiaan yang langgeng. Antara suka dan duka dalam hidup ini selalu datang silih berganti.

Ketika kita diberi kesempitan maka itu ujian dari Allah, maka besabar saja, trima saja, ihlas saja...
Bersabar itu bukan hanya diam tetapi menahan diri dari hal yang dibenciNya serta terus ihlas menjalani ketaatan kepadaNya. Yakin bahwa semua yang menimpa diri kita sudah menjadi kehendakNya agar kita kembali dan semakin mendekat kepadaNya.

Demikian juga halnya, bagi yang merasa sedang diberi kelapangan hati, luas rizki, kesehatan prima dll ..
Itu juga ujian. Ujiannya adalah apakah kita ingat bahwa itu semua dari Allah sumbernya, kemudian apakah kita bersyukur atas nikmat2 tsb ?
Bagaimana cara bersyukur, yakni dengan semakin taat dan semakin ihlas dalam beribadah kepadaNya, serta menahan diri dari melakukan maksiat kepadaNya.

Inti bersyukur adalah terimakasih. Dan bentuk ungkapan terimakasih kita kepada Allah adalah dengan memperbanyak amal sholih dan juga menjalin hubungan yang lebih dekat denganNya.

Allah sunguh membutuhkan apa2 dari kita. Tetapi ketika kita bersyukur kepadaNya atas nikmat yang telah Dia berikan kepada kita maka sifat KetuhananNya atau Rubbubiyahnya akan otomastis meresepon dengan melimpahkan riziki dan nikmat yang lebih banyak kepada kita.
Sebaliknya, jika dari nikmat-nikmat yang kita terima hanya kita Biarkan begitu saja, tanpa penghargaan dan rasa syukur. Maka biasanya kondisi kebaikan ini akan cepat berubah sebaliknya.
Inilah yang perlu kita selalu jaga dan waspada ..,

Oleh karena itu ..,
Mari kita mulai biasakan menjadi hamba yang pandai bersyukur dan bertahan dalam kesabaran pada kondisi sesempit apapun.
Bersyukur dari hal yang paling besar sampai hal yang paling sepele yang kita alami.

InsyaAllah dengannya,
Allahu Rahiim akan semakin menyayangi diri kita.
Dan jika Dia menyayangi diri kita ...  kita akan semakin merasakan bahwa cukup Allah lah bagi kita sebagi tujuan dan muara hati yang tak kan pernah bertepi...

Artinya bahwa sebesar apapun problema yang ada dihadapan kita bukanlah sesuatu apapun selama DiriNya sudah memenuhi hati dan jiwa kita....

  ~~~~ وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ ~~~~

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar