Beberapa poin khutbah gerhana matahari total di Masjid Agung Al-Azhar, Rabu, 09 Maret 2016:
1. Gerhana menunjukkan bahwa benda2 langit itu ada yg mengatur. Dalam kondisi normal semua berjalan teratur, tapi pada saat tertentu ada yg dikeluarkan dr keteraturan.
2. Karena kepentingan tertentu, Allah menghendaki benda2 langit itu bergeser hingga terjadi gerhana, meledak karena tabrakan, atau benturan satu sama lain hingga kiamat.
3. Rutinitas kehidupan duniawi mapan dapat berubah jadi gerhana. Sinarmu yg terang benderang dapat sekejap redup tak bercahaya. Bintangmu yg berkilau dapat sj tiba2 gelap gulita. Jabatanmu, gelarmu, posisimu yg kini di puncak kejayaan dapat sj tiba2 jatuh terpuruk.
4. Tiada yg abadi di alam raya ini. Tiada yg terus dalam kegemilangan, kesuksesan, dan kekayaan. Allah pergilirkan peristiwa alam ini untk manusia. Ada siang ada malam, ada terang ada gelap, ada panas ada dingin, ada susah ada senang, bahagia dan sengsara.
5. Peristiwa gerhana mengajak kita menjadi manusia ulul albab, yaitu manusia yg menyeimbangkan antara pikir dan zikir, lahir dan batin, individu dan sosial. Menjadi manusia yg tidak sj terdas otaknya, tapi cerdas rasa spiritualny, cerdas gerak kasat anggota tubuhny, dan cerdas nalar sosialnya.
6. Manusia ulul albab tidak sekedar tafakkur, tadabbur dan tawajjuh kpd Allah dg khusyu', tp melanjutkan dg amal ijabi (karya positif).
7. Bersyukurlah ketika mataharimu bersinar terang. Bersabarlah ketika mataharimu gerhana.
(shabah).
Kamis, 10 Maret 2016
Beberapa poin khutbah gerhana matahari total di Masjid Agung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar